Senin, 21 April 2014

GAFATAR PENDUKUNG KIRAB KENDI PANCASILA ( The World Peace Committee )


Jakarta, Minggu (DPP GAFATAR) Ratusan kader dan simpatisan GAFATAR bersama beberapa paguyuban yang tergabung dalam Komite Perdamaian Dunia (The World Peace Committee) meramaikan aksi pawai dengan berjalan kaki pada acara ‘Kirab Kendi Pancasila’ pada Minggu pagi, (20/4). Aksi berjalan kaki yang dimulai pada pukul 08.00 WIB dari Gedung Kemenpora RI hingga Gedung MPR RI, Senayan-Jakarta tersebut bertujuan mengantarkan Kendi Pancasila yang memiliki lima susuk dengan filosofi tersendiri.


“Kendi adalah simbol kecintaan kita kepada tanah air, karena kendi tercipta dari dua unsur yaitu tanah dan air,” ujar Presiden Komite Perdamaian, Djuyoto Suntani yang juga inisiator Gong Perdamaian.


Selanjutnya, ia juga menjelaskan maksud dari lima susuk pada kendi tersebut sesuai dengan jumlah sila dalam Pancasila. Diserahkannya kendi tersebut di Gedung MPR/DPR RI guna untuk meminta komitmen para anggota MPR/DPR RI berikrar setia pada Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia.


Kemudian, Ibu Meilani Leimena Suharli selaku Wakil Ketua MPR/DPR RI menerima Kendi Pancasila beserta rombongan di Lobi Wisma Nusantara V, Gedung MPR/RI. Pada kesempatan itu, Ibu Meilani memberikan apresiasi kepada seluruh peserta yang rela mengorbankan hari Minggu yang identik dengan ‘hari keluarga’ untuk menghadiri acara tersebut. Menurutnya, masyarakat Indonesia hari ini sudah tidak lagi memiliki kesadaran untuk menjunjung nilai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai asas bangsa.


Menanggapi kegiatan tersebut, Mahful M. Tumanurung selaku Ketua Umum GAFATAR yang ikut menghadiri kegiatan sejak awal dan juga ikut dalam barisan dengan berjalan kaki bersama rombongan memberikan apresiasi dan menyambut dengan baik apa yang tujuan kegiatan dan visi bersama yakni mencapai kedamaian dan kesejahteraan bersama.


“Apa yang perlu menjadi catatan khusus adalah bahwa perdamaian tidak akan mungkin diperoleh tanpa adanya kemerdekaan sejati bangsa Nusantara ini,” ujarnya.


Beliau menambahkan bahwa kedamaian hanya akan menjadi impian kosong manakala bangsa ini belum merdeka seutuhnya. Meskipun bangsa ini sudah memproklamasikan kemerdekaannya, namun kedamaian tidak akan terwujud jika bangsa ini masih terus dijajah di berbagai lini kehidupan seperti penjajahan pola pikir, politik, ekonomi, pendidikan, sosial dan budaya yang semuanya itu menjadikan kita tidak mampu menjadi bangsa yang berdiri di kaki sendiri.


“Kegiatan ini adalah momentum bagi kita untuk meneruskan pekerjaan rumah para pendahulu yang sudah memberikan jembatan bijak untuk kita lewati. Semoga GAFATAR bisa konsis dan eksis untuk ikut mewujudkan perdamaian tidak hanya di Nusantara ini, tetapi juga perdamaian di muka bumi,” tegasnya sesaat sebelum meninggalkan lokasi acara.